Tanggal Posting

July 2012
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Aktifitas


Sudah Terlambat

Ingat Emak

*oleh: Islisyah Asman*

Saat berumur 1 tahun, dia menyuapi dan memandikanku. Sebagai balasannya, aku menangis sepanjang malam.

Saat berumur 2 tahun, dia mengajariku bagaimana cara berjalan. Sebagai balasannya, aku kabur saat dia memanggilku.

Saat berumur 3 tahun, dia memasakkan semua makananku dengan penuh kasih sayang. Sebagai balasannya, aku buang piring berisi makanan ke lantai.

Saat berumur 4 tahun, dia memberiku pensil berwarna. Sebagai balasannya, aku coret-coret dinding rumah dan meja makan.

Saat berumur 5 tahun, dia membelikanku pakaian-pakaian bagus, mahal dan indah. Sebagai balasannya, aku memakainya untuk bermain di kubangan lumpur dekat rumah.

Saat berumur 6 tahun, dia mengantarku pergi ke sekolah. Sebagai balasannya, aku berteriak: “Tidak mau”.

Saat berumur 7 tahun, dia membelikanku bola sepak. Sebagai balasannya, aku lemparkan bola itu ke jendela tetangga sehingga kaca jendelanya pecah berantakan.

Saat berumur 8 tahun, dia memberiku es krim. Sebagai balasannya, aku tumpahkan hingga mengotori seluruh baju.

Saat berumur 9 tahun, dia membayar mahal untuk kursus pianoku. Sebagai balasannya, aku sering bolos dan sama sekali tidak pernah berlatih.

Saat berumur 10 tahun, dia mengantarku ke mana saja, dari kolam renang hingga pesta ulang tahun. Sebagai balasannya, aku melompat keluar mobil tanpa memberi salam.

Saat berumur 11 tahun, dia mengantarku dan teman-temanku ke bioskop. Sebagai balasannya, aku minta dia duduk di baris lain.

Saat berumur 12 tahun, dia melarangku melihat acara TV khusus orang dewasa. Sebagai balasannya, aku tunggu dia keluar rumah untuk kemudian menonton hal yang dilarangnya.

Saat berumur 13 tahun, dia menyarankan untuk memotong rambut, karena sudah waktunya. Sebagai balasannya, aku katakan bahwa dia tidak tahu mode.

Saat berumur 14 tahun, dia membayar biaya untuk kempingku selama sebulan liburan. Sebagai balasannya, aku tak pernah meneleponnya.

Saat berumur 15 tahun, sepulang dari kerjanya ia ingin memelukku. Sebagai balasannya, kau kunci pintu kamarmu rapat-rapat dan berpura-pura tidur.

Saat berumur 16 tahun, dia ajari kau mengemudi mobilnya. Sebagai balasannya, aku pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa peduli kepentingannya.

Saat berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telepon yang penting. Sebagai balasannya, aku pakai telepon rumah itu nonstop semalaman.

Saat berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kau lulus SMA. Sebagai balasannya, aku berpesta dengan temanku hingga pagi hari.

Saat berumur 19 tahun, dia membayar biaya kuliahku dan mengantarku ke kampus pada hari pertama. Sebagai balasannya, aku minta diturunkan jauh dari pintu gerbang agar aku tidak malu di depan teman-temanku.

Saat berumur 20 tahun, dia bertanya, “Dari mana saja seharian ini?”  Sebagai balasannya, aku jawab: ”Ah, Ibu cerewet amat, sih, ingin tahu urusan orang saja!”

Saat berumur 21 tahun, dia menyarankan satu pekerjaan yang bagus untuk karirku di masa depan. Sebagai balasannya, aku katakan: ”Aku tidak ingin seperti Ibu”.

Saat berumur 22 tahun, dia memelukku dengan haru saat kau lulus perguruan tinggi. Sebagai balasannya, aku tanya dia kapan aku bisa ke Bali.

Saat berumur 23 tahun, dia membelikanku 1 set furnitur untuk rumah baruku. Sebagai balasannya, kau ceritakan pada temanmu betapa jeleknya furnitur itu.

Saat berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganku dan bertanya tentang rencananya masa depanku. Sebagai balasannya, kau mengeluh: ”Aduuh, bagaimana ibu ini, kok bertanya seperti itu?”

Saat berumur 25 tahun, dia mambantuku membiayai penikahanku Sebagai balasannya, kau pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500km.

Saat berumur 30 tahun, dia memberikan beberapa nasehat bagaimana saat merawat bayi. Sebagai balasannya, kau katakan padanya,”Bu, sekarang jamannya sudah berbeda!”

Saat berumur 40 tahun, dia menelepon untuk memberitahukan pesta ulang tahun salah seorang kerabat. Sebagai balasannya, kau jawab: ”Bu, saya sibuk sekali, tidak ada waktu”.

Saat berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perhatian dan perawatanku. Sebagai balasannya, aku bacakan tentang pengaruh negatif orang tua terhadap anaknya yang menumpang tinggal di rumah anak-anaknya.

Hingga suatu hari, dia meninggal dengan tenang. Tiba-tiba saja aku teringat semua hal yang belum pernah kulakukan untuknya. Hari itu aku benar-benar menangis dengan kesedihan yang tiada tara. Tetapi semua sudah terlambat!

 

Ramadhan ini adalah saat yang tepat untuk ingat kepadanya. Sebelum terlambat!

***


Leave a Reply

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>